Sejarah Soto Kudus dari Jawa Tengah

 Soto Kudus adalah salah satu varian soto yang terkenal di Indonesia, khususnya di daerah Kudus, Jawa Tengah. Soto ini memiliki ciri khas rasa yang ringan dan segar, dengan kuah yang bening dan tidak terlalu berlemak, berbeda dengan soto-soto dari daerah lain yang cenderung lebih kental dan kaya rempah. Selain itu, soto Kudus juga dikenal dengan bahan utama ayam atau daging sapi yang disajikan bersama irisan kubis, tauge, dan telur rebus, serta nasi putih.


Asal Usul Soto Kudus

Soto Kudus berasal dari kota Kudus, yang terletak di Jawa Tengah. Kudus sendiri merupakan kota yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan budaya dan agama Islam di Indonesia, karena kota ini dikenal sebagai pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa, terutama melalui peran Sunan Kudus. Karena pengaruh sejarah ini, banyak budaya dan tradisi yang berkembang di Kudus, termasuk kuliner.


Menurut cerita, soto Kudus pertama kali diperkenalkan oleh seorang pedagang Tionghoa yang bermukim di Kudus. Pedagang ini konon menyajikan soto dengan cara yang berbeda dari soto pada umumnya, dengan menggunakan ayam sebagai bahan utama, bukannya daging sapi seperti pada soto di daerah lain. Ini mungkin disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat yang lebih memilih makanan halal, mengingat pengaruh budaya Islam yang kental di Kudus.


Ciri Khas Soto Kudus

Beberapa ciri khas dari Soto Kudus yang membedakannya dengan soto lainnya adalah:

  1. Kuah bening: Kuah soto Kudus biasanya bening, tidak terlalu kental, dan memiliki rasa yang ringan.
  2. Bahan utama ayam: Meskipun ada juga yang menggunakan daging sapi, ayam adalah bahan utama yang paling umum digunakan.
  3. Bumbu yang lebih ringan: Soto Kudus memiliki bumbu yang lebih sederhana dibandingkan soto dari daerah lain, dengan rasa gurih dan sedikit rempah.
  4. Pelengkap: Biasanya disajikan dengan bahan pelengkap seperti tauge, daun seledri, bawang goreng, serta sambal dan jeruk nipis sebagai pelengkap rasa.
  5. Soto Kudus kini sudah dikenal di berbagai daerah di Indonesia, dan banyak restoran atau warung makan yang menyajikan soto khas ini di luar Kudus, meskipun asal-usulnya tetap identik dengan kota tersebut.




Bahan-bahan:

  • Daging ayam (sekitar 500 gram, bisa juga menggunakan ayam kampung untuk rasa yang lebih autentik)
  • Tulangan ayam (optional, untuk kuah lebih gurih)
  • Bawang merah (6 siung, cincang halus)
  • Bawang putih (4 siung, cincang halus)
  • Jahe (2 cm, memarkan)
  • Kunyit (2 cm, memarkan)
  • Serai (1 batang, memarkan)
  • Daun salam (2 lembar)
  • Daun jeruk (2 lembar)
  • Lengkuas (2 cm, memarkan)
  • Air (sekitar 1,5 liter)
  • Garam secukupnya
  • Merica bubuk secukupnya
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Santan kelapa (optional, secukupnya untuk memberikan kekentalan pada kuah)
Bahan Pelengkap:

  • Tauge (rebus sebentar)
  • Telur rebus
  • Kecap manis
  • Bawang goreng
  • Seledri (cincang halus)
  • Kerupuk (optional, sebagai pelengkap)
  • Lemon atau jeruk nipis (untuk memberi rasa segar)
Cara Pembuatan:

  1. Mempersiapkan ayam dan kaldu: Rebus ayam dan tulangan (jika ada) dalam air mendidih sekitar 30-45 menit hingga ayam empuk dan kaldu keluar. Angkat ayam, suwir-suwir dagingnya, dan sisihkan. Saring kaldu untuk menghilangkan kotoran.
  2. Membuat bumbu halus: Tumis bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas dengan sedikit minyak hingga harum.
  3. Merebus kuah: Masukkan bumbu yang telah ditumis ke dalam kaldu ayam yang sudah disaring. Tambahkan garam dan merica bubuk sesuai selera. Rebus hingga kuah mendidih dan bumbu meresap.
  4. Tambahkan ayam: Masukkan daging ayam yang sudah disuwir ke dalam kuah. Jika suka kuah lebih kental, bisa menambahkan sedikit santan.
  5. Proses penyajian: Sajikan soto dalam mangkuk. Tambahkan tauge, irisan telur rebus, dan taburan bawang goreng, seledri cincang, serta kerupuk jika suka. Sajikan dengan tambahan kecap manis dan perasan jeruk nipis untuk rasa segar.


Soto Kudus memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari jenis soto lainnya di Indonesia, baik dari segi bahan, rasa, maupun cara penyajiannya. Berikut adalah beberapa keunikan soto Kudus:

  1. Bahan Utama Daging Kerbau: Salah satu ciri khas soto Kudus adalah penggunaan daging kerbau, meskipun di beberapa tempat juga ada yang menggunakan daging ayam. Daging kerbau memberikan rasa yang lebih kuat dan tekstur yang lebih kenyal dibandingkan dengan daging sapi atau ayam.
  2. Kuah Bening dan Segar: Soto Kudus memiliki kuah bening yang jernih dengan rasa kaldu yang ringan namun tetap kaya. Kuah ini berbeda dari soto yang lebih kental atau berbumbu kuat seperti soto betawi atau soto Lamongan.
  3. Bumbu Halus yang Lembut: Bumbu soto Kudus lebih sederhana dan lembut, biasanya hanya terdiri dari bawang putih, bawang merah, jahe, dan merica. Bumbu ini tidak terlalu pekat, tetapi memberikan rasa yang sangat gurih dan segar.
  4. Pelengkap dan Lauk: Soto Kudus sering disajikan dengan berbagai pelengkap seperti emping, kerupuk, dan koya (serbuk yang terbuat dari bawang goreng dan kacang). Sering kali, soto ini juga dilengkapi dengan sate kerbau sebagai lauk tambahan.
  5. Cara Penyajian: Soto Kudus disajikan dalam porsi kecil, dengan nasi yang terpisah atau sudah dicampur dalam kuah soto. Ini membuatnya lebih praktis dan terasa lebih ringan.
  6. Asal-usul Religius: Soto Kudus konon berasal dari kota Kudus, Jawa Tengah, yang dikenal dengan sejarah Islamnya yang kuat. Beberapa cerita menyebutkan bahwa soto Kudus pertama kali diciptakan oleh para wali, dan resepnya turun-temurun.


By : Niken Ambrerta


Comments

Popular posts from this blog

Batagor: Lezatnya Kuliner Khas Bandung yang Mendunia

Jagung Bose : Warisan Kuliner Tradisional dari Nusa Tenggara Timur

Papeda : Kuliner Khas Papua dan Maluku yang Kaya Budaya dan Gizi